Fenomena kabut asap masuk Jakarta memang menggemparkan. Akan tetapi, Jakarta sudah tidak asing lagi dengan asap, terlebih asap kendaraan bermotor. Namun, lebih berbahaya manakah antara kabut asap kiriman, dan asap kendaraan bermotor?
Terpantau sejak 5 hari yang lalu, sebagian warga Jakarta melihat langit-langit kotanya tertutup dengan kabut gelap. Namun, Ahok menyatakan agar warganya tidak panik, karena kabut asap tipis ini bersifat temporer. Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan sifat temporer ini dikarenakan angin di atas kota Jakarta yang sering berubah-ubah.
Sutopo juga menyatakan, sampai hari ini (Rabu, 28 Oktober 2015) udara Jakarta masih terpantau bagus. Tingkat kadar udara di Jakarta masih dalam tingkatan normal dan sedang. Sebaliknya, Sutopo juga menyebutkan asap yang timbulkan dari knalpot kendaraan baik roda dua atau roda empat lebih berbahaya dari kabut asap tipis tersebut.
Pernyataan Sutopo dijelaskan lebih lanjut oleh situs act.id. Situs ini menjelaskan partikel yang menyusun kabut asap karena kebakaran lahan dan asap karena kendaraan bermotor berbeda. Perbedaanya adalah, kabut asap karena kebakaran lahan mengandung CO2, dan asap yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor mengandung timbal, karbon baik CO2 atau CO, dan berbagai jenis logam lainnya.

Kemudian, masih dalam situs yang sama, perbedaan kabut asap karena kebakaran lahan dan asap hasil dari kendaraan bermotor ada pada tempat beredarnya. Kabut asap karena kebakaran lahan terbang bebas terbawa angin sehingga hal tersebut secara alami mengurangi tingkat berbahayanya.
Akan tetapi, asap hasil dari kendaraan bermotor di Jakarta hanya berputar-putar pada tempatnya. Hal ini disebabkan oleh lahan yang sempit sehingga angin yang membawa asap tersebut hanya berputar-putar. Terlebih Jakarta tidak punya banyak pepohonan yang bisa membantu mengurangi polusi udara tersebut.
Keberadaan kabut asap tipis dari kebakaran lahan diperjelas di situs tribunnews.com. Kabut asap tersebut berada di ketinggian 1000-3000 meter dan tercampur air. Oleh karena itu, kabut asap tipis ini tidak berbahaya untuk masyarakat Jakarta. Sebaliknya, masih dalam situs yang sama, dan berdasarkan data kandungan partikel sebelumnya, asap dari kendaraan bermotor menjadi ancaman untuk masyarakat Jakarta.
Oleh karena itu, warga Jakarta tidak perlu terlalu khawatir, karena berdasarkan Factcheck dari situs selasar.com, kabut asap yang masuk ke Jakarta hanyalah kabut asap tipis. Walau dijelaskan juga masyarakat Jakarta perlu waspada dengan potensi kebakaran lahan yang ada di Pulau Jawa dan sekitarnya.
Berdasarkan data dan penjelasan di atas, baik kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan, dan asap dari kendaraan bermotor di Jakarta, menurut Anda, mana yang lebih berbahaya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar