Senin, 02 November 2015

Inilah 5 Kelebihan Pesawat Pemadam Kebakaran dan Kabut Asap Pilihan KSAU

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna berharap bahwa DPR mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Dalam RAPBN, Mabes TNI AU mengajukan pembelian empat pesawat amfibi Be-200.
Pesawat amfibi Be-200 merupakan salah satu dari sekian banyak pesawat yang dapat digunakan bila sewaktu-waktu kembali terjadi kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap. Dari sekian banyak pesawat tersebut, mengapa Be-200 yang dipilih?

1. Berief Be-200 Memiliki Kemampuan Water Bombing

 Be-200 Altair
Dalam rencana strategisnya, TNI AU tentu membutuhkan berbagai pesawat untuk operasionalnya. Apalagi, rata-rata pesawat TNI AU dikenal sudah ‘berumur’ sehingga perlu diganti. Peremajaan pesawat sebagai bagian dari alutsista tentu merupakan suatu kebutuhan.
Pesawat Be-200 dipilih karena Indonesia tidak memiliki sama sekali pesawat yang betul-betul dapat melakukan kemampuan water bombing. Selama ini, Indonesia hanya mengandalkan kemampuan C-130 Hercules yang sudah tua dan sering rusak untuk memadamkan kebakaran hutan. Itu pun melalui metode hujan buatan yang belum pasti efektif. Karenanya, pesawat yang memiliki kemampuan water bombing mutlak diperlukan. Be-200 bisa menjawab tantangan itu.

2. Berief Be-200 Memiliki Daya Tampung Air Hingga 12 Ton

 Be-200 Altair
Menurut Agus Supriatna, pesawat tersebut dapat digunakan untuk melakukan pengeboman air melalui udara dengan daya tampung air hingga 12 ton. Saat ini, kata Agus, Indonesia masih menyewa sejumlah pesawat untuk melakukan water bombing atau pengeboman air melalui udara.
Water bombing  dilakukan untuk memadamkan titik api yang menyebabkan kabut asap di sejumlah daerah menebal. Agus berharap, pembelian pesawat Be-200 dapat mempercepat penanganan kebakaran hutan.
"Kalau kita ada pesawat itu, titiknya baru berapa biji buat titik bisa langsung. Kalau sekian ribu titik bisa bayangkan gak. Padahal air di tempat kita saja, di sungai-sungai di danau kan kering juga, berarti harus ambil air di laut," ujarnya dikutip Republika.

3. Berief Be-200 Dapat ‘Isi Ulang’ Langsung dari Laut

 Be-200 Altair
Sebagai sebuah pesawat pemadam kebakaran, Berief Be-200 memiliki cara kerja yang cukup unik. Volume tangki airnya yang sebesar 12 ton tentu membuat kita berpikir bahwa dibutuhkan sejumlah truk pemadam kebakaran untuk membantu operasionalnya. Truk-truk tersebut yang bergantian mengisi pesawat dengan sejumlah air sebelum pesawat lepas landas melakukan misi pemadaman.
Padahal cara kerja Be-200 tidak seperti itu. Pada operasi pemadam kebakaran hutan di Gunung Carmel, Israel, misalnya, pesawat ini ‘menyerok’ air di Laut Mediterania demi memenuhi tangki airnya. Setelah air terisi penuh, barulah ia menuju lokasi untuk memadamkan kebakaran hutan.

4. Berief Be-200 adalah Pesawat Amfibi

 Be-200 Altair
Sebagai pesawat yang melakukan pemadaman kebakaran dengan teknik water bombing, Be-200 dituntut untuk mampu melakukan pemadaman dengan cepat. Hal ini dapat dilakukan bila ia dapat mengangkut sejumlah besar air dengan cepat. Karenanya, metode nomor 3 di atas adalah cara paling efisien yang dapat dilakukan.
Namun, terpikirkah olehmu bila pesawat tersebut tidak bisa climbing alias menanjak lagi setelah mengangkut air? Pesawat tentu akan tenggelam. Untungnya, Be-200 juga dibekali dengan kemampuan amfibi sehingga bila pesawat kehabisan bahan bakar di laut, misalnya, ia dapat mendarat darurat di air dengan tingkat keselamatan yang lebih baik. Selain itu, fitur amfibi juga memungkinkan pesawat siaga dengan cara mengambang di perairan terdekat dengan wilayah rawan kebakaran hutan.

5. Berief Be-200 adalah Pesawat Multifungsi

 Be-200 Altair
Pada dasarnya, Berief Be-200 Altair adalah pesawat amfibi sayap tinggi (high wing) yang dirancang oleh Beriev Aircraft Company dan diproduksi oleh Irkut untuk memadamkan kebakaran. Setelah ‘menyerok’ air laut, pesawat terbang menuju lokasi kebakaran.
Namun, pesawat serbaguna asal Rusia ini rupanya tidak hanya dirancang untuk memadamkan kebakaran. Pesawat juga dapat digunakan untuk operasi search and rescue (SAR), patroli maritim, kargo, dan bahkan transportasi penumpang. Kapasitas pengangkutan air dari pesawat ini setara dengan kapasitas angkut manusia sebanyak 72 orang penumpang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar