Indonesia penuh dengan suaka margasatwa. Selain menjadi tempat konservasi flora dan fauna, suaka margasatwa di Indonesia juga menjadi daya tarik bagi turis mancanegara. Salah satu suaka margasatwa Indonesia yang menjadi primadona para turis adalah Taman Nasional Komodo. Terletak di antara Flores dan Sumbawa, Pulau Komodo, dengan fauna endemiknya yaitu Komodo, menjadi warisan budaya dunia, yang ditetapkan oleh UNESCO.
Namun, apakah pesona Pulau Komodo hanya fauna endemik tersebut?
Di situs UNESCO, dijelaskan bahwa Pulau Komodo menjadi daya tarik yang hebat untuk para turis mancanegara karena keanekaragaman fauna dan floranya. Fauna di Pulau Komodo merupakan gabungan fauna endemik Indonesia dan Australia. Fauna gabungan tersebut seperti tikus endemik Pulau Komodo, Kijang endemik Timor Timur, dan berbagai unggas lainnya.
Kemudian, dari situs WWF menjelaskan pantai pasir berwarna merah muda hanya sekedar pesona pembuka untuk para turis. Pasir pantai berwarna merah muda ini terbentuk karena adanya pengaruh alga khusus yang tidak dapat ditemukan di sembarang tempat.
Lalu terdapat fasilitas scuba diving yang merupakan jembatan untuk melihat pesona inti dari Pulau Komodo. Hal ini berkaitan dengan pernyataan WWF yang menjelaskan bahwa Pulau Komodo mempunyai lebih dari 1.000 spesies fauna laut, 260 jenis koral, dan beberapa fauna langka seperti Dugong dan Pari Manta.

Keanekaragaman fauna dan flora laut di Pulau Komodo didukung oleh kondisi pertemuan arus dari dua laut yang berbeda dan menghasilkan arus kuat dengan nutrisi serta kondisi ideal untuk perkembangan fauna laut dan spesies koral.
Selain itu, kembali di situs UNESCO, Pulau Komodo tidak hanya dilengkapi oleh Dugong dan Pari Manta, UNESCO juga mencatat berbagai jenis lumba-lumba, paus, dan hiu di pantai dan laut Pulau Komodo. Kelengkapan flora dan fauna laut di Pulau Komodo juga dijelaskan oleh Jhonny Langenheim di situs thecoraltriangle.com.
Johnny menjelaskan Komodo memang mengesankan, tetapi, kehidupan bawah laut Pulau Komodo hampir tidak dapat dijelaskan. Sebagai salah satu sudut dari segitiga koral dunia, Pulau Komodo memberikan pemandangan alam bawah laut yang menurut Johnny layak untuk menjadi warisan dunia oleh UNESCO. Pernyataan dari Johnny didukung oleh jurnal yang disusun oleh WWF dan The University of Queensland Australia.

Dalam jurnal tersebut, disebutkan bahwa segitiga koral dunia mencakup sebagian besar wilayah Indonesia (Pulau Komodo, Bunaken, dan Raja Ampat) dan Australia bagian utara. Peranan Pulau Komodo penting bagi setiap pergantian iklim karena kondisi alam yang semakin tidak menentu.
Dalam jurnalnya, Pulau Komodo termasuk destinasi favorit bagi para fauna laut untuk berkembang biak dan mencari makan. Oleh karena itu, Taman Nasional Komodo menjadi suaka margasatwa Indonesia yang patut untuk dilindungi dan dilestarikan oleh masyarakat Indonesia, khususnya.
Berdasarkan penjelasan di atas, Pulau Komodo atau Taman Nasional Komodo tidak selalu tentang Komodo itu sendiri. Penjelasan di atas memperlihatkan bahwa Pulau Komodo pun memiliki surga bahwa laut yang dikagumi oleh banyak orang, terlebih turis mancanegara. Oleh karena itu, kapan Anda akan berlibur ke Pulau Komodo?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar