Senin, 02 November 2015

Mengenang Seniman Berbakat Drs. Suyadi atau Pak Raden

Indonesia kembali kehilangan seorang seniman berbakat  yang karyanya selalu dikenang oleh masyarakat. Dialah Drs. Suyadi atau yang biasa dikenal sebagai Pak Raden. Drs. Suyadi tutup usia pada Jumat, 30 Oktober 2015 pukul 22.00 WIB di RS Pelni Petamburan, Jakarta. Drs. Suyadi meninggal dunia di usianya yang ke 82 tahun.
Meski telah tiada, karya-karya legendaris Pak Raden tetap akan dikenang sepanjang masa. Apa saja karya-karya Pak Raden semasa hidupnya?
Pak Raden atau Drs. Suyadi merupakan pria yang lahir di Puger, Jember, 28 November 1932. Drs. Suyadi yang dikenal dengan beskap hitam, blangkon, dan kumis tebalnya ini menyelesaikan studi di Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (1952-1960). Beliau kemudian meneruskan belajar animasi di Perancis (1961-1963). Sejak masih menjadi mahasiswa, Drs. Suyadi sudah menghasilkan sejumlah karya berupa buku cerita anak bergambar dan film pendek animasi.
Drs. Suyadi dikenal sebagai pencipta karakter Si Unyil. Drs. Suyadi terlibat langsung dalam pembuatan karakter-karakter dalam cerita Si Unyil sejak tahun 1980 hingga 1991. Tidak hanya tokoh Unyil, berbagai tokoh lainnya juga beliau ciptakan sehingga cerita ini semakin menarik. Kemudian ia juga menciptakan tokoh Pak Raden yang sekaligus menjadi pengisi suaranya. Sejak saat itulah Drs. Suyadi lebih dikenal sebagai Pak Raden. Cerita Si Unyil telah mencapai lebih dari 603 seri film boneka pada masa jayanya.
Drs. Suyadi memang sangat berbakat dalam dunia seni rupa. Ratusan karya seni rupa telah dihasilkannya, baik dalam bentuk berupa ilustrasi, drawing, sketsa, maupun lukisan. Drs. Suyadi juga dikenal sebagai seorang pendongeng. Karena keahliannya dalam menggambar, Drs. Suyadi juga sering menceritakan dongengnya sambil menggambar. Boleh jadi, Drs. Suyadi merupakan pendongeng pertama di Indonesia yang mendongeng sambil menggambar.
Drs. Suyadi juga telah menghasilkan puluhan buku cerita anak hasil karyanya beredar sejak tahun 70-an. Sejumlah penghargaan di bidang perbukuan telah diraihnya. Bahkan, hingga tahun 2008, Drs. Suyadi masih menghasilkan buku anak berjudul Petruk Jadi Raja yang diterbitkan oleh Kelompok Pecinta Buku Anak.
Selain sebagai seniman, Drs. Suyadi juga menjadi tenaga pengajar di seni akademik di seni ilustrasi di almamaternya, ITB, pengajar khusus animasi di Institut Kesenian Jakarta, dan sebagai pembicara pada workshopdongeng dan animasi pada acara-acara khusus.
Drs. Suyadi memang mendedikasikan hidupnya untuk anak-anak. Karya-karya fenomenalnya akan tetap dikenang oleh anak-anak yang pernah hidup pada masa jayanya.
Selamat jalan, Pak Raden.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar